Praktisi Internet Marketing, Bisnis Online, SEO dan UKM. Serius Tapi Santai.

Latest News
praktisi-internet-marketing
~ Assalamualaikum, Semoga Keberkahan senantiasa tercurah kepada kita semua !!! ~

Daffa Si Anak Special, Bagian 1

Daffa Si Anak Special, Bagian 1
Daffa. Itulah Nama Panggilannya. Kami menyebutnya si Anak Spesial. Dia Lahir dengan proses Cesar, tanggal lahirnya juga spesial yaitu 07-07-2007. Dan ketika beranjak besar ternyata dia memerlukan perlakuan yang spesial juga.

Awalnya biasa saja, dia tumbuh seperti bayi-bayi lainnya. Badannya sehat, minum ASI nya banyak dan lama. Hidungnya itu yang bikin gemes, mancungnya mancung tajam. hehehe.

Seperti bayi-bayi lainnya, diusia nol s/d satu tahun dia masih "Baby Talk". Namun lama-kelamaan menjelang usia 2 tahun, dia tidak ada peningkatan kemampuan bicara. Masih Baby Talk saja. Dan setelah lama-lama diperhatikan ternyata kalau dia kita ajak bicara, selalu menghindari kontak mata. Dan dia Aktif luar biasa.

Dan kalau diperhatikan juga jika di rumah, dia senang sekali nonton Iklan TV, terutama iklan "L*jel H*me Sh**ing". Dia sampai hafal kata perkatanya. Dan dimanapun dan kapanpun dia berada dia sering mengulang kata-kata (iklan) itu.

Kami lalu periksakan ke dokter anak waktu itu. Lalu dokter me-claim bahwa Daffa mengalami "Delay Speech" dan "Semi Autisma". Masya Allah... Kira-kira apa penyebabnya? Beragam alasan dikemukakan oleh Dokter, mulai dari faktor makanan, lingkungan dan lain-lain.

Satu hal yang kami ingat, bahwa dulu waktu usia kandungan 3 bulan, sang ibu terkena penyakit cacar. Kami sangat khawatir sekali akan mempengaruhi perkembangan janin waktu itu. Apakah ini juga menjadi salah satu penyebabnya? Dokter bilang, "Bisa Jadi".... Wallahu'alam Bishowab.

Tidak ada pilihan lain, pertama bahwa sebagai orang tua kita harus menerima kondisi ini apa adanya. Kedua, bahwa kita harus melakukan ikhtiar untuk pemulihan kondisi anak ini. Ketiga, harus banyak waktu yang dihabiskan dengan anak ini (Tidak boleh diserahkan kepada pengasuh).

Waktu itu, kami masih bekerja sebagai karyawan disebuah perusahaan swasta. Dan Ibu-nya pun bekerja pada salah satu perguruan tinggi swasta. Waktu itu kami memutuskan untuk melakukan Terapi (selain pengobatan) disebuah klinik anak yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Dua hari sekali kami bawa anak tersebut ke Klinik. Awalnya kami (orang tua) masih diperbolehkan menemani sesi terapi di ruangan khusus. Dan kami dapat menyaksikan langsung bagaimana terapi dilakukan. Dan Subhanallah, anak benar-benar tidak bisa diam, tidak bisa diajak kompromi. Dari Awal sampai akhir teriak-teriak terus, tidak bisa ditenangkan.

Okay, menurut kami wajarlah karena ini baru permulaan, si Anak tentunya belum dapat ber-adaptasi dengan lingkungan baru. Untuk dapat melakukan terapi, tentu saja salah satu dari kami harus bolos kerja per dua hari sekali. Dan biaya sekali terapi pun menurut ukuran kami itu lumayan mahal.

Karena kami akhirnya sering bolos kerja, kami terkadang menitipkan sesi terapi kepada Neneknya anak-anak. Namun lama-lama kasian juga karena orang tua kami sudah tua dan tenaganya kurang untuk bisa jagain si anak.

Dalam kondisi seperti itu, kami jadi bingung sekali. Satu sisi ingin menyembuhkan Anak, namun di sisi lain support nya tidak maksimal. Dan Satu hal lagi yang jadi perhatian saya, bahwa setelah beberapa kali terapi, si Anak masih saja tidak bisa diajak kompromi, dia seperti tidak Enjoy, Ngamuk sengamuk-ngamuknya. Dan saya fikir "Tidak Bisa Begini Terus...!!!!!".

Kami merenung dan membahas kelanjutan terapinya. Dan setelah difikirkan secara mendalam, kami memutuskan untuk melakukan Terapi Sendiri, kami berfikir kalau anak harus selalu dengan orang-tuanya, bermain dengan orangtuanya, dijaga oleh orangtuanya.

"...dan akhirnya kami memutuskan agar saya Resign dari pekerjaan karyawan dan Fokus ke Anak..."

Kenapa harus sang ayah yang resign? Kenapa gak Ibunya?

"...kebetulan sang ayah yang paling bisa sabar dalam menghadapi anak..." 
Okay, baiklah..dengan segala konsekwensinya "Saya Resign"..dan Fokus ke Anak.....


(bersambung)



0 Response to "Daffa Si Anak Special, Bagian 1"

Silahkan Berkomentar dengan Santun, Terimakasih.

Hotline : 0812-1342-3142
WhatsApp: 0812 1342 3142
/* Hot Line*/