Praktisi Internet Marketing, Bisnis Online, SEO dan UKM. Serius Tapi Santai.

Latest News
praktisi-internet-marketing
~ Assalamualaikum, Semoga Keberkahan senantiasa tercurah kepada kita semua !!! ~

Daffa Si Anak Special, Bagian 2

Daffa Si Anak Special, Bagian 2
Mulailah hari-hari baru saya dilalui bersama Daffa. Saya ajak dia bermain apa saja, sambil memperhatikan karakter dia yang selalu menghindar dari kontak mata, yang masih baby talk, yang masih teriak-teriak, dan masih ngomong Iklan TV.

Sering karena kesalnya saya langsung pindahkan program TV nya saat dia lagi nonton "L*jel Ho*e Sho**ing". Al-hasil dia ngamuk luar biasa. Dan muncul lagi beberapa "Keanehan", dia Tidak Mau Nonton salah satu channel Televisi (Initial "A"). Dia juga tidak suka melihat Ending dari Sebuah Film (Yg ada flying Text Vertikal). Lalu kalau ada satu iklan yang dia tidak suka, dia menutup kuping sambil teriak-teriak.

Waaaaw,.. ternyata semakin saya dekat, semakin saya banyak waktu dengan dia, semakin banyak juga hal-hal baru yang saya tidak sangka....
Saya ajak dia jalan-jalan, tapi dia tidak suka keramaian. Kalau masuk ke Mall (misalkan), wajahnya itu seperti tersiksa (Masya Allah.. apa yang sedang terjadi dengan dirimu Nak...). Dan sampai saat itu pun dia masih belum dapat bicara.

Namun ada satu hal yang menarik, selain suka dengan tontonan Iklan, dia juga senang mendengarkan musik. Namun masalahnya dia hanya suka musik-musik dewasa. Musik anak-anak dia tidak suka. Dan yang membuat saya heran lagi ketika dia mendengarkan lagu dan dia sudah kenal dengan lagu itu, dia suka ikutin Bunyi Bas Nya, dari awal sampai akhir.

..... ngikutin suara bas musik dengan lafal "mmmh..mmh..mmmh..."...

Lucu sih,.. tapi saya biarkan ajah.. Barangkali nanti dia jadi penyanyi Acapella kali ya..hehehe...

Lalu kami berfikir, tidak selamanya harus bermain dengan ayahnya terus dong... akhirnya kami masukkan dia ke kelompok Bermain. Dan massa adaptasi kami temani dia di minggu pertama. Dengan perilaku yang masih sama dan ditambah suka berantakin, saya konsultasi dengan guru di Sekolah itu apakah perlu dihadirkan seorang Shadow (Guru Pendamping), dan ini di aminin oleh guru dan kepala sekolahnya.

Alhamdulillah, dia akhirnya bisa sekolah meskipun perlu adaptasi yang cukup lama selama 1 bulan. Dia di kelas itu, memang tidak seperti teman-teman yang lainnya (yang Normal). Sering sekali saya Intip dia di sekolah, dan dia dengan keadaan seperti itu nampaknya berusaha untuk berkomunikasi dengan teman-teman barunya, tapi tentunya dengan bahasa dia sendiri, yang teman-temannya aja gak tau apa maksudnya.

Sekali lagi saya menghela nafas, sambil menyabarkan diri, bertasbih kepada Allah SWT, semoga dibukakan jalan solusi bagi si Daffa.

Satu tahun berlalu di Kelompok Bermain, dan hasilnya.. dia tetap aja seperti itu. Nilai plusnya adalah dia bisa berteman. Kami sebagai orang tua bediskusi dengan guru dan kepala sekolahnya, membahas bagaimana kelanjutan sekolahnya. Setelah diskusi panjang, akhirnya kami memutuskan agar si Daffa tidak dinaikin kelasnya. Tetap stay di Kelas Kelompok Bermain satu tahun lagi.

Okay,.. tahun ke-dua dia jalani di kelas yang sama. Dan tentunya dengan kawan-kawan yang baru. Badannya sih kalau di kelas ya paling besar, karena namanya juga kelompok bermain pastinya anak-anaknya kebanyakan masih imut-imut hehehe..

Di Tahun ke-dua dia sekolah, dia masih sama saja seperti sebelumnya. Namun ada perubahan, dia saat itu sedang senang tulis menulis. Di Sekolah itu memang di haruskan siswanya untuk melakukan absensi dengan menulis nama panggilannya di daftar absensi. Dan kebiasaan bagus ini ternyata dibawa ke rumah. Dia suka menulis Nama nya sendiri. Dan dia juga sering memperagakan seolah-olah dia sedang mengajar (meniru gurunya).

Hehehe.. gak apa-apa lah, buat saya ini adalah sebuah kemajuan.

Meskipun tidak signifikan namun tetap kami syukuri sebagai sebuah anugrah yang indah, hadiah dari Allah SWT....

Jika ada pentas seni, saat sesi latihan dia mau berlatih, namun saat harus tampil dia malah nangis dan gak mau tampil. Weleh..weleh.. kenapa lagi kau Nak...yah. seperti itulah.. sampai akhirnya sampai di tahun ke-dua dia disekolah itu.

Tahun berikutnya, meskipun setelah di evaluasi masih belum banyak kemajuan, namun kami sarankan untuk maju ke kelas berikutnya yaitu TK-A. Di Usia ini, dia sudah nampak beberapa perubahan. Dia sudah dapat di atur oleh gurunya, pengendalian emosinya sudah terlihat baik, dengan kondisi seperti ini kepala sekolah menyampaikan kepada kami bahwa guru pendaming sudah tidak diperlukan lagi.

Alhamdulillah..jadi lebih ngirit lagi nih biaya nya... hehehee.

Baiklah Nak, ternyata ada progress baik di diri kamu..... Lanjuuuttt...

Proses bermain pun di TK-A berlangsung dengan baik. Mulailah di sini saya melihat perubahan yang lumayan signifikan. Di tahun tersebut, saya melihat di sudah dapat mengenal Huruf dan merangkai menjadi Kata dan sekaligus Membacanya. Bahkan kata Gurunya, Daffa kalau dalam sessi Absensi, dia selalu ambil alih peran guru. Dia suka mengambil daftar nama temannya, dan membacakannya di dalam kelas, sambil mengecek kehadiran teman-temannya. Hehehe.. Lucu kamu Nak..

Namun ... kemampuan bicaranya masih belum menunjukan perubahan. Namun saat itu, dia sudah faham dengan perintah-perintah gurunya.

Perilaku di rumah juga ada peningkatan, karena dia senang musik, dia ternyata penasaran dengan Pianika milik kakaknya. Lalu dia Oprek itu Pianika. Di sekolah, di TK-A belum di ajarkan bermain Pianika. Karena sering mendengar dan melihat Kakaknya bermain Pianika, dia pun berusaha belajar Pianika sendiri. Dan Subhanallah, dia interest sekali dan dia berusaha menghafal lagu-lagu yang sedang dihafalkan kakaknya juga.

(bersambung)

Lihat Juga

0 Response to "Daffa Si Anak Special, Bagian 2"

Silahkan Berkomentar dengan Santun, Terimakasih.

Hotline : 0812-1342-3142
WhatsApp: 0812 1342 3142
/* Hot Line*/