Praktisi Internet Marketing, Bisnis Online, SEO dan UKM. Serius Tapi Santai.

Latest News
praktisi-internet-marketing
~ Assalamualaikum, Semoga Keberkahan senantiasa tercurah kepada kita semua !!! ~

Daffa Si Anak Special, bagian 4 (akhir)

Daffa Si Anak Special, bagian 4 (akhir)
Temans, dari tulisan-tulisan saya mengenai si Daffa ini mulai dari Bagian 1, Bagian 2 dan Bagian 3. Saya  hanya ingin berbagi pelajaran dan pengalaman saya. Barangkali kalau ditarik dari perjalanan itu, saya ingin menarik beberapa hikmah. Diantaranya adalah :
  • Anak yang berkebutuhan khusus itu sudah jelas membutuhkan perhatian khusus lagi dari orang tuanya. Dalam hal ini orang tua harus rela me-investasikan waktunya lebih banyak untuk bersama anak. Banyak sekali orang tua yang merasa khawatir pekerjaannya akan terganggu dengan kondisi ini. Sehingga proses healing nya di serahkan ke orang lain. Menurut saya ini bisa juga, namun kurang optimal, sebaiknya proses healing langsung oleh orang tuanya. 

  • Pengorbanan waktu yang lebih, konsekwensinya akan mempengaruhi jumlah waktu orang tua di sisi yang lain. Kami berani untuk keluar dari dunia karyawan hanya untuk bisa lebih fokus ke anak. Meninggalkan zona Nyaman dan menuju ke dunia yang tidak pasti, membutuhkan kesamaan visi dan misi dari orang tua. Ketika kami melakukan hal ini, bukan berarti tidak terlepas dari permasalahan ekonomi, jatuh bangun dalam mencari nafkah juga merupakan cerita / pengalaman yang lumayan seru untuk diceritakan. Sekali lagi, kesamaan visi dan misi antara Ayah dan Ibu harus sama. Pertengkaran / perselisihan juga sering terjadi, namun itu seringkali di level operasional. Yang bahaya adalah ketika orang tuanya bertengkar di level Visi dan Misi.

  • Ketika menghadapi anak berkebutuhan khusus, cara bicara kita juga harus khusus. Dari pengalaman kami, saat mengajak berbicara sama si Daffa ini maka Artikulasi Harus diperhatikan, Ketegasan juga harus diperhatikan. Terkadang kami harus menempelkan ke dua tangan saya di kedua pipinya agar bisa melakukan kontak mata dengan anak. Namun ini juga di usahakan agar anak tetap nyaman saat kita melakukan itu.

  • Kita harus mencari hal / permainan apa yang sangat disukai oleh anak. Ketika itu sudah ditemukan, bermainlah kita di area itu. Dan lihatlah, ketika anak sudah sangat enjoy dengan kita di permainan tersebut, maka kita bisa berkomunikasi dengan anak, dan saat itu terjadi maka kita bisa melakukan stimulasi - stimulasi yang lainnya sebagai dasar untuk me-transfer nilai-nilai / pelajaran yang lainnya. Dalam cerita si Daffa ini, ternyata saya menemukan bahwa hobbynya ternyata di main Musik. Dan saat main organ inilah saya bisa berkomunikasi lebih dengan dia, dan sekaligus mengajari hal-hal yang lain.   
Demikian apa yang bisa saya sampaikan disini. Saya yakin, tulisan ini barangkali jauh dari prinsip-prinsip teori parenting atau mungkin juga ada kesamaannya. Yang pasti kami tidak ahli dalam ilmu parenting. Yang pasti saat kami menghadapi anak berkebutuhan khusus ini (karena faktor ekonomi) kami tidak membawa dia ke dokter ahli anak ataupun terapi khusus anak (meskipun sempat di awal-awal). 

Hanya bermodalkan keyakinan dan ikhtiar saja, kami berusaha untuk melakukan proses penyembuhan sendiri.


Demikian semoga bermanfaat.

Baca Juga.

0 Response to "Daffa Si Anak Special, bagian 4 (akhir)"

Silahkan Berkomentar dengan Santun, Terimakasih.

Hotline : 0812-1342-3142
WhatsApp: 0812 1342 3142
/* Hot Line*/