Praktisi Internet Marketing, Bisnis Online, SEO dan UKM. Serius Tapi Santai.

Latest News
praktisi-internet-marketing
~ Assalamualaikum, Semoga Keberkahan senantiasa tercurah kepada kita semua !!! ~

Hal Penting yang disepelekan Oleh Calon Jamaah Umroh

Hal Penting yang disepelekan Oleh Calon Jamaah Umroh
Saya ingin berbagi informasi dengan pembaca sekalian. Karena saya aktif sebagai Konsultan Umroh dan Haji maka saya pun memiliki kepentingan untuk menyampaikan informasi - informasi sebelum keberangaktan Umroh / Haji, agar para jamaah dapat berangkat dengan baik dan selalu terkondisikan dengan baik pula. Informasi-informasi tersebut kami sampaikan dalam acara Manasik Umroh / Haji. Sudah pada Faham semua, bahwa paling lambat Seminggu (untuk Umroh) sebelum keberangkatan, manasik ini wajib di adakan oleh Travel  dan Sifatnya wajib juga di hadiri oleh Calon Jamaah Umroh. Seringkali ada Jamaah yang menyatakan sering ke Tanah Suci, sehingga tidak mengikuti Manasik. Ini juga disayangkan, karena masalah manasik bukan hanya tentang Ritual Ibadah saja, namun juga membahas tentang teknis keberangkatan dan lain-lain.

Ada 2 (dua) cerita yang ingin saya sampaikan. Saya berharap cerita ini dapat menjadi pelajaran juga baik untuk saya ataupun bagi pembaca.  Dalam Satu acara manasik umroh (yang kebetulan acara manasiknya dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede), Semua Jamaah  sudah Hadir di tempat dan Acara pun dimulai. Seperti biasa kita membagi-bagikan buku informasi teknis keberangkatan untuk hari H nya.

Setelah pembagian buku tersebut, ada satu Group Jamaah (3 Orang - Family) yang memohon izin untuk pulang duluan (dengan alasan sudah pernah Pergi Ke Tanah Suci dan karena ada kepentingan lain). Kami sebagai Panitia Manasik sebenarnya menyayangkan kejadian itu, namun kami juga tidak pula memiliki hak untuk mencegahnya. Alhasil pulang lah keluarga si Fulan tersebut.

Seperti kita ketahui bahwa di buku (yang dibagikan) tersebut terdapat informasi mengenai jadwal keberangkatan, Hotel dan Pesawat dan lain-lain. Dan kami berfikir jamaah pastinya sudah faham sekali dengan informasi tersebut.

Dan Terjadilah pada hari H, hari yang panjang dan sangat melelahkan. Penuh Emosi Jiwa, Panik dan lain-lain. Singkat cerita, di buku informasi sudah tertulis dengan jelas bahwa keberangkatan pesawat (Flight) pukul 4 Pagi WIB. Dan Jamaah Harus berada di bandara pukul 1 Dinihari (pagi).

Kami selaku panitia keberangkatan, sudah standby di bandara pada pukul 00:00. Dan mulailah para jamaah berdatangan di bandara Terminal 2 D. Satu persatu jamaah Datang, travel bag pun kami kumpulkan di satu tempat untuk di data, di tandai dan dikirim perbagian ke bagian Bagasi.  Tiba-tiba ada informasi bahwa terjadi Delay pesawat, dan keberangkatan berubah menjadi pukul 5:30 Pagi. Pukul 3:30 pagi, jamaah sudah dapat masuk Check Imigrasi. Jamaah yang sudah hadir kami persilahkan untuk masuk terlebih dahulu menuju boarding place.

Sampai Jam 3:30 pagi, Jamaah group si Fulan ternyata belum sampai juga di bandara. kami sangat panik. Dan Parahnya, semua alat komunikasi si Fulan OFF. Kami hubungi melalui BB dan HP tidak dapat tersambung. Kami lihat alamat di Passportnya, dan kebetulan mereka tinggal di daerah Bekasi. Kami hubungi 108 layanan Telkom untuk menanyakan nomor Rumahnya, dan parahnya lagi info dari Telkom bahwa rumah tersebut tidak memiliki Telepon Rumah.

Jam menunjukan hampir Pukul 4 Pagi, kami semakin panik. Dan tiba kami melihat status di BB saya Delivered, Deliverd dan Read, Read. Melihat seperti itu kami langsung Telephone Dia dan Alhamdulillah di angkat. Setengah teriak saya sampaikan ke si Fulan untuk segera berangkat ke Bandara karena jam 5:30 pesawat akan berangkat.

Dari Bekasi mereka ngebut sengebut-ngebutnya, sampai sempat melawan arus segala (katanya). Dan Masya Allah sampai di bandara pukul 5:15. Langsung saya berikan passportnya dan langsung pula masuk ke Ruang D3 untuk masuk. Namun sayangnya, mereka terlambat. Kami masih komunikasi dengan Tour Leader yang sudah di pesawat dan katanya Pesawatnya sudah bergerak mundur untuk masuk ke landasan untuk Take off. Keluarlah mereka dengan wajah lesu.

Si Fulan, dengan wajah lesu, membawa Istri dan Ibu tercintanya. Tertunduk lesu, pucat, sedih. Kami pun demikian. Masya Allah harus gimana lagi. Saya bilang, "Yuk, Shalat Subuh dulu.. kita tenangkan hati kita dulu, baru kita cari solusinya".

Setelah shalat, kami berkumpul dan menanyakan kenapa sampai bisa terlambat. Dia mengakui bahwa dia sudah membaca Itinerary berulang-ulang. Dan setiap dia membaca "Kumpul Jam 1", dia fikir itu adalah Jam 1 Siang. Dan parahnya lagi, yang baca Itinerary hanya si Fulan saja, Istri dan Ibunya tidak membacanya.

Kami cari solusinya gimana. Kabar buruknya bahwa dari maskapai menyatakan kalau ticketnya itu adalah ticket promo sehingga kalau terlambat ya sifatnya Hangus. Masya Allah Makin stress kita. Namun Alhamdulillah, si Fulan tidak mau mengecewakan Istri apalagi Ibunya. Akhirnya beliau mau belikan Ticket saat itu juga On The Spot. Di Next Flightnya.

Demikian Pembaca, barangkali karena beliau tidak tuntas mengikuti Manasik, sehingga dalam hati dan fikirannya itu dominan terhadap dugaan fikirannya sendiri. Padahal di Manasik tersebut kami me-wanti-wanti dan menyampaikan berulang kali tentang waktu berkumpulnya di bandara.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa hal kecil itu ternyata bisa menjadi hal / masalah yang sangat besar apabila di sepelekan. Semoga si Fulan iklhas dengan ticket tambahannya sebagai rasa cinta dan kasih sayang untuk istrinya wabil khusus untuk ibundanya. Semoga menjadi Umroh yang Maqbul. Aamiin Ya Robbal 'Alamiin.

Untuk Cerita yang Ke-dua, Insya Allah pada Postingan selanjutnya.

Wallahu'alam Bishowwab.

Baca Juga:

   

0 Response to "Hal Penting yang disepelekan Oleh Calon Jamaah Umroh"

Silahkan Berkomentar dengan Santun, Terimakasih.

Hotline : 0812-1342-3142
WhatsApp: 0812 1342 3142
/* Hot Line*/