Praktisi Internet Marketing, Bisnis Online, SEO dan UKM. Serius Tapi Santai.

Latest News
praktisi-internet-marketing
~ Assalamualaikum, Semoga Keberkahan senantiasa tercurah kepada kita semua !!! ~

Telat Menjalani Sidang Tilang Mobil di Pengadilan Jakarta Barat

Telat Menjalani Sidang Tilang Mobil di Pengadilan Jakarta Barat
Cerita ini memang sudah berlalu sekitar 2 bulan yang lalu. Tapi baru sempat ditulis hari ini, hhehe. Awal ceritanya adalah saat itu kami ada keperluan ke Pasar Senen, untuk mencari / membeli peralatan umroh yaitu Travel Bag. Menurut kabar katanya di Pasar Senen itu adalah pusatnya produk Tas beraneka ragam. 14 tahun hidup di Jakarta, jarang sekali saya ada keperluan ke daerah Senen. Alhasil, sayapun gak tau jalan ke sana. Akhirnya kami putuskan untuk menggunakan alat bantuan Google Map dari Gadget yang kami punya. Saya bersama Istri dan seorang teman (yang punya keahlian jago nawar, hehehe). Dari Semenjak rumah kami nyalakan GPS itu, dan alhamdulillah sangat membantu sekali dalam hal menunjukkan arah kami.

Sudirman terlewati dengan selamat, bundaran Hotel Indonesia pun terlewati dengan nyaman. Hingga pada suatu waktu ketika akan mendekati Gedung Indosat persis di bundarannya, Google Map menyarankan kami untuk berbelok ke kanan (dari arah Thamrin).

Pada saat itu kami asyik banget jalan sambil mengobrol, hingga tidak terlalu ter-perhatikan rambu yang ada di depan. Sekilas saya (waktu itu yang nyetir) melihat rambu tidak boleh belok ke kanan. Tapi penampakan itu tidak di response oleh otak saya sebagai sesuatu yang penting. Waktu itu fikiran saya hanya mengikuti petunjuk Google Map agar belok ke kanan. Di tambah lagi ada mobil yang menunggu di lampu merah di sebelah kanan tersebut. Dan tanpa ragu saya pun belok kanan dan berada di belakan mobil yang barusan itu.

Dan dalam waktu sekejap, datanglah Pak Polisi menghampiri mobil saya. "Selamat Pagi, Pak. Maaf Bapak melanggar Rambu Lalulintas. Seharusnya Bapak tidak Boleh Belok Kanan.", kata Pak Polisi. "Lah, itu mobil di depan saya kan disitu gak di tilang", sahut saya. "Betul Pak, mobil depan itu karena dia dari arah Tanah Abang", kata Pak Polisi. Ooowwwh..begitu rupanya..hehehe. Malu sekali saya. Padahal tadi sempat terlihat larangan belok kanan tersebut.

Ya begitulah, akhirnya datang lagi Pak Polisi Yang Lebih Seniour. Dengan membawa surat Tilang. Dia memita saya untuk memperlihatkan surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi saya. Di Tahan-lah SIM saya dan Pak Polisi mengatakan bahwa Sidangnya tanggal sekian Hari Jum'at. Ada kalimat yang sedikit mengusik saya, pak polisi bilang "Ada Waktu untuk hadir Sidang??". Saran Teman saya udah bilang aja Ada waktu. Ya udah saya bilang "Insya Allah Pak". Pak Polisi menambahkan lagi, "Nanti dendanya Rp. 150.000 ya". Agak menggelitik sih dua kalimat itu, menanyakan waktu dan menginformasikan Dendanya. Ah sudahlah,... Pak Polisi kan lagi menjalankan Tugas.

Akhirnya saya dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan, dengan membawa secarik kertas dengan Title "Terdakwa", hahahaha.

Ditakdirkan pada saat itu, mendekati hari H nya, saya disibukan dengan kegiatan-kegiatan lain. Sehingga pada hari H nya saya tidak menghadiri sidang. Saya fikir, kenapa sih harus hari Jum'at, kan itu hari yang pendek. Pokoknya sudah kebayang deh suasana seperti Antrian Panjang, Terus Banyak Calo-calo berkeliaran, harus menunggu lama dan lain sebagainya itu membuat saya semakin malas untuk menghadiri sidang.

Di hari Rabu minggu depannya, saya diingatkan istri untuk mengurus Tilang itu. Dan akhirnya kami berangkat ke Pengadilan di jalan Gajah Mada Kota. Dan ketika kami sampai di situ,saya dapati sepi sekali. Saya bingung kok sepi begini. Tidak seperti yang saya bayangkan akan terjadi kesemrawutan dan lain sebagainya. Akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya kepada penjaga disitu.

"Owh, Pak.. kalau mengurus Tilang itu Khusus hari Jum'at Saja", kata Penjaga. Waduuuuh, gitu ya. Saya baru tau kalau ternyata hari jum'at saja pengurusannya. Emang kalau hari lain gak bisa ya pak. Trus ini gimana? "Untuk kasus bapak, ini sudah di limpahkan ke Kejaksaan", kata penjaga. Beuh... tambah serem aja fikirku. Dimana pula itu kejaksaan. Akhirnya saya dapati alamat kejaksaan, dan langsung ke alamat tersebut.

Sampailah di kejaksaan, (Yang saya juga udah lupa tuh alamatnya dimana). Dan alhamdulillah, sama sekali tidak ada Antrian, hanya 4 orang yang ngantri dan saya lihat prosesnya cepat sekali tidak sampai 30 detik, SIM nya sudah dikembalikan.

"Hmmmh, ternyata kalau di kejaksaan begini kah? selalu sepi, tidak ada antrian?". Saya pun memberikan surat Tilangnya, dan dalam waktu kurang dari satu menit saya sudah dipanggil dan diberikan SIM saya. Dan kena denda Rp. 125.000,-. Ya ampuun, ternyata dendanya hanya Seratus dua pulih lima Ribu Rupiah. Tidak seperti yang Pak Polisi Bilang hehehehe.. duuh Pak Polisi, lupa barangkali yaaah.

Demikian cerita dari saya, barangkali ada manfaatnya. Yang saya penasaran kalau saya urus di Pengadilannya, apa yang terjadi? Apakah kesemrawutan dan lain sebagainya yang saya bayangkan itu benar-benar terjadi?

Wallahu'alam.

Baca Juga:



0 Response to "Telat Menjalani Sidang Tilang Mobil di Pengadilan Jakarta Barat"

Silahkan Berkomentar dengan Santun, Terimakasih.

Hotline : 0812-1342-3142
WhatsApp: 0812 1342 3142
/* Hot Line*/