Praktisi Internet Marketing, Bisnis Online, SEO dan UKM. Serius Tapi Santai.

Latest News
praktisi-internet-marketing
~ Assalamualaikum, Semoga Keberkahan senantiasa tercurah kepada kita semua !!! ~

Yakinkan semuanya Aman, Sebelum Bertransaksi

Yakinkan semuanya Aman, Sebelum Bertransaksi
Di dunia Internet Marketing atau yang biasa dikenal dengan Bisnis Online, ada istilah "Marketing". Sepertinya istilah ini biasa-biasa saja, namun arti di dunia Online untuk "Marketing" ini adalah "Makelar Everything", Hehehe. Yaitu, seseorang yang tidak memiliki produk namun dia memiliki kemampuan / kapabilitas untuk menjual produk itu.

Nah kalau terjadi sebuah transaksi, paling tidak ada 3 (tiga) pihak dalam sebuah transaksi bisnis / iual beli tersebut. Yaitu, Penyedia Produk - Makelar - dan Pembeli. Ada 2 (dua) titik yang riskan dalam konteks ini, yang tentunya harus dikonfirmasi sebagai suatu kerjasama yang jelas. Yang pertama adalah antara si Penyedia Produk Vs "Marketing", yang kedua adalah proses Delivery dari Penyedia Produk ke Pembeli.

1. Penyedia Produk VS "Marketing".

Di level ini, kerjasama diantara ke-duanya harus sangat jelas, kalau perlu harus di atas MOU / Perjanjian Kerjasama, agar memiliki kekuatan hukum. Pernah terjadi kejadian seperti berikut. Ketika Marketing mendapat calon pembeli, dan pembeli sudah melakukan Transfer Dana ke si Penyedia Produk. Seharusnya, tahap selanjutnya adalah Si Penyedia Produk melakukan Pengiriman Produk ke si Pembeli. Namun yang terjadi si Penyedia Produk malah kabur bersama duitnya. Yang kena si Marketingnya, di kejar-kejar terus sama si Pembeli. Ini sering terjadi di dunia Bisnis Online, oleh karena itu kita harus sangat mengenal siapa dan dimana si Penyedia Produk tersebut.

Namun bisa saja cerita sebaliknya terjadi. Dimana si Pembeli menitipkan uangnya ke si "Marketing" dan si "Marketing" membawa kabur uangnya. Duch, kasian banget si perusahaannya. Ini juga sering terjadi, dan saya pernah melihat kasus ini di dunia bisnis Travel Umroh.

Untuk menghindari hal-hal semacam itu, harus dibuat MOU dan Perjanjian Kerjasama yang saling menguntungkan dan tentunya legal memiliki kekuatan hukum.

2. Delivery Produk ke Pembeli.

Di dunia bisnis Online, pada umumnya antara si Pembeli dan "Marketing" tidak saling mengenal. Dengan kondisi seperti ini, si Pembeli bersikap Waspada. Dia berprinsip "Ada Barang, Ada Uang". Tidak mau bayar DP sedikitpun. Dengan alasan karena diantara keduanya tidak saling mengenal. Untuk menghindari hal ini, banyak Online Shopping yang professional mengiklankan websitenya di TV atau Radio atau di media lainnya. Ini dilakukan agar website tersebut dipercaya sebagai website yang kredibel, aman dan amanah.

Mengenai delivery ke pembeli ini, saya hari ini ada cerita yang bikin saya Deg-degan setengah Hidup, hehehe. Salah satu bisnis saya yaitu Bisnis Waring Ikan. Waring ini biasanya kami jual dalam bentuk Roll, dan minimum pembelian adalah 100 (Seratus) Roll. Biasanya, pembeli itu datang ke pabrik kami dengan kendaraan (Truk)nya untuk mengambil barangnya terlebih dahulu. Setelah Barang naik, baru Proses Pembayaran dilakukan.

Namun hari ini berbeda, seorang pembeli dari daerah Jakarta Utara, dia tidak mau mengambil ke pabrik kami, dan tidak mau pula menggunakan jasa ekspedisi dia untuk mengambil ke pabrik kami. Namun dia meminta kami untuk mengirim produk tersebut langsung ke Jakarta Utara.

Ada rasa khawatir di kami, karena apapun bisa terjadi. Bisa jadi ketika barang sampai di tujuan, orangnya tidak ada entah kemana atau bisa jadi barangnya diturunkan lalu kami di usir sedemikian rupa..heheheh.. (Ini versi Su'udzon nya..hehehe). Namun yang terjadi hari ini adalah kurang lebih bikin hati kami deg-degan dan was-was. Ekspedisi yang kami tunjuk untuk membawa barang ke Jakarta, sudah sampai tujuan. Dan ceritanya barang sudah sampai dan terjadi proses bongkar muat penurunan barang.

Saya sudah komunikasi dengan PIC di sana dan dia bilang akan di transfer sebentar lagi. Okay, akhirnya saya nunggu dan masih dalam Persepsi "Berbaik sangka". 1 Jam berlalu, ... 2 Jam berlalu.. sampai akhirnya 3 jam sudah kami menunggu dan tidak ada dia menghubungi saya. Lalu kami berusaha menelepon dia, dan alhasil "No Response". Saya Ping via BB nya dan Not Delivered. Duch.. Pusiiiiing... Ini orang bener apa nggak ya. Fikiran udah mulai kacau.

Saya call lagi, masih tidak di jawab. Di SMS tidak pula membalas. Masya Allah.. Sampai akhirnya saya SMS dia dengan kalimat yang rada tegas. Tak dibalas juga.. duch.. streessss saya.

Alhamdulillah..saya masih berbaik sangka. Itulah obat satu-satunya kalau  lagi kondisi seperti itu, yaitu Berbaik-sangka. Namun tidak berarti diam tidak melakukan ikhtiar untuk update apa yang terjadi dong..hehehe. Dan alhasil, sejam kemudian dia kasih Foto Bukti Transfer.. Alhamdulillah.. selameeet..selameeet....

Demikian semoga bermanfaat.

Baca Juga:


0 Response to "Yakinkan semuanya Aman, Sebelum Bertransaksi"

Silahkan Berkomentar dengan Santun, Terimakasih.

Hotline : 0812-1342-3142
WhatsApp: 0812 1342 3142
/* Hot Line*/